Kertas Putih Itu Tidak Lagi Bersih


        Jika setitik noda tidak sengaja menetes di atas selembar kertas putih yang polos dan bersih yang akan tampak hanya noda itu. Padahal noda tersebut sangat kecil dibandingkan dengan luasnya kertas yang masih bersih.  Lihatlah kertas itu masih memliki tempat yang masih besih, jangan terlalu memusatkan perhatian dan pandangan hanya pada setitik noda yang telah menghancurkannya. Berilah kertas putih itu kesempatan untuk berbenah mungkin akan datang penghapus yang berusaha untuk sekedar meringankan beban kertas itu, meskipun tidak lagi sesempurna dulu namun itu cukup berarti baginya.
        Apakah akan menyalahkan kertas putih yang kini telah memiliki setitik noda itu? Kertas itu hanya mencoba dan berusaha untuk tetap menjadi kertas putih, bersih dan polos, akan tetapi karena ia berteman dengan tinta yang selalu mendekatinya. Hingga tersenggol dan tidak sengaja kertas itu kecipratan setitik noda yang sama sekali bukan ia lakukan.
        Namun sekarang kertas putih itu harus menanggung beban dengan setitik noda yang akan terus bersamanya seiring waktu berjalan sampai Tuhan memanggilnya kelak.  Semua taqdir yang akan menemani hari-harinya, tentu kertas itu berusaha untuk tidak menambah lagi noda berikutnya. Kertas putih itu akan lebih berhati-hati bila ada tinta yang mulai mendekatinya. Kertas putih itu tidak ingin seperti kertas-kertas lain yang mudah dicoret-coret dan diremas-remas lalu dibuang begitu saja jika tidak dibutuhkan lagi. Ia hanya ingin menjadi selembar kertas putih, bersih dan polos, walapun dunia ini kurang bersahabat padanya. Dunia ini kejam dan sadis bagi kertas putih itu.


Padang Tiji,       Januari 2015
Akfil Zuliandri

0 Response to "Kertas Putih Itu Tidak Lagi Bersih"

Posting Komentar