materi pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum KTSP kelas XI SMA


FAKTA, OPINI DAN EDITORIAL


Fakta adalah peristiwa yang telah terjadi dan dapat dibuktikan.
Opini adalah pendapat, pendirian, dan pandangan seseorang terhadap suatu hal.
Editorial/tajuk rencanaadalah karangan pokok dalam surat kabar atau majalah.
                        -komentar/pendapat objektif media cetak/elektronik terhadap berita yang aktual
Contoh fakta

Ø  Hari ini hujan turun sangat lebat
Ø  Hari ini kami belajar menari.
Ø  Tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004
Ø  Presiden RI yang keenam bapak SBY
Ø  Aceh merupakan provinsi paling barat Indonesia.

Contoh opini
Biasanya kalimat opini menggunakan kata-kata berikut ini: seandainya, sebaiknya, sepantasnya, seyogyanya, hendaknya, menurut saya, mungkin saja dll.
Ø  Siswa yang tidak bisa dibina lagi, sebaiknya dikembalikan kepada orang tua.
Ø  Hendaknya siswa menjaga kebersihan kelas masing-masing.

Contoh editorial
Trafficking di Aceh Sudah Bersindikat

            Kasus-kasus trafficking di daerah ternyata sudah sangat memprihatinkan. Dan, sudah pantas pula menimbulkan kerisauan dan kecemasan kita sebagai masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusian yang beradab.
            Kasus dugaan perdagangan manusia paling baru terungkap dan sangat mencengangkan kita semua adalah menimpa dua wanita belia asal Banda Aceh. Dua wanita “bau kencur” itu kepada polisi mengatu telah menjadi korban trafficking yang sempat dijadikan budak seks di Singapura. Lebih mencengangkan lagi, setelah menerima laporan itu, polisi menangkap dua wanita muda (Mi dan Ay) yang diduga sebagai jaringan seorang mucikari di Negeri Singa.
            Awalnya, orang tua korban melaporkan anak gadis mereka yang masih berusia 16 tahun menghilang dari rumah. Kemudian diperoleh info dari warga setempat melihat kedu gadis belia itu pergi dengan dua wanita yang diyakini adalah Mi dan Ay.
            Menurut data kepolisian, Mi dan Ay berstatus wanita panggilan dan pernah bekerja di sebuah salon di kota Banda Aceh. Mi yang asal aceh tamiang diduga sebagai otak pelaku dalam kasus yang menimpa dua belia tadi.
            Modusnya, Mi meminta Ay mencarikan gadis-gadis Aceh yang lugu, cantik, putus sekolah, dan memilikiri riwayat keluarga bermasalah. Ay menemukan kriteria itu pada dua gadis belia tadi sehingga semua rencana berjalan lancer hingga tiba di Singapura. Lalu, Mi menyerahkan kedua belia itu kepada seorang laki-laki diduga mucikari. Kedua gadis lugu tadi diharuskan melayani 110 pria hidung belang sebagai pengganti biaya yang telah  dikeluarkan selama perjalanan dari Aceh ke Singapura. Tapi Mid an Ay yang sudah menjadi tersangka membantah pengakuan korban.
            Yang harus menjadi perhatian adalah apa yang dikatakan Kadiv Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo. Ia mengingatkat bahwa kasus perdagangan manusia (trafficking) seperti fenomenal gunung es. Kejahatan itu rentan menimpa anak-anak dan perempuan , terutama masyarakat yang memiliki pendidikan rendah, latarbelakang keluarga bermasalah serta memiliki kepribadian yang polos.
            Guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak, maka semua pihak agar lebih waspadaterhadap orang-orang yang menjanjikan pekerjaan kelua negeri dengan iming-iming gaji besar. Begitu juga terhadap keluarga yang mempunyai anak gadis, agar ekstra hati-hati jika anak gadis mereka ditawari peluang kerja untuk menompang ekonomi keluarga. “harusnya ada kecurigaan terhadap orang-orang yang kesannya mau membantu sepenuhnya. Karena dibalik bantuan tentu ada apa-apnya, “kata Gustav.
            Ya, dalam kondisi ekonomi yang semakin sulit ini, ditambah lagi biaya pendidikan kian mahal dan lapngan kerjasangat terbatas, maka akan banyak anak usia muda, khususnya gadis remaja yang gampang terbujuk kerja keluar negeri, apalagi iming-iming gaji besar, seperti dialami dua belia tadi.
            Karena itu, masyarakat sangat menunggu langkah-langkah dari pemerintah mengatasi trafficking. Dan pihak kepolisian harus didukung dalam mengungkap kasus-kasus yang sudah terjadi, sebab ternyata trafficking di sini sudah bersindikat alias berjaringan antarnegara.(salam serambi)

MEMBACA

Membaca adalah kegitan memahami, menikmati, dan memberitahukan suatu tulisan/wacana.
Jenis- jenis membaca
1.      Membaca nyaring
2.      Membaca dalam hati
ü  Membaca ekstensif
ü  Membaca intensif

Membaca nyaring merupakan kegiatan membaca bersama-sama dengan orang lain dalam menangkap makna suatu tulisan. Membaca nyaring dibedakan atas:
-membaca sebagai pengujian demi kepentingan orang lain, pembaca seolah-olah mewakili penulis menyampaikan buah pikiranya.
-membaca sebagai kegiatan komunikasi atau kesenangan dan kegembiraan
Membaca dalam hati merupakan keterampilan membaca sebenarnya, mengubah wujud tulisan menjadi wujud makna, sehingga dapat menangkap pokok pikiran suatu bacaan/wacana.
Membaca ekstensif adalah kegiatan membaca dalam tempo cepat untuk mendapatkan informasi dalam suatu teks.Membaca ekstensif juga tergolong ke dalam kategori membaca cepat. Membaca cepat dibedakan atas:
1.      Membaca scanning
2.      Membaca skimming
Membaca cepatadalah kegiatan membaca dalam hati dilaksanakan dalam waktu singkat.
Kategori membaca cepat:
Ø  X  250 kata permenit
Ø  XI 300 kata permenit
Ø  XI 350 kata permenit
Ø  Perguruan tinggi  400 kata permenit
Kemampuan membaca cepat tidaklah semata-mata mengukur jumlah kata yang dibaca dalam setiap menit melainkan juga dilihat dari berapa persen pemahaman orang itu terhadap isi bacaan.
Rumus mengukur kemampuan membaca cepat:

Jumlah kata permenit                x 60= Jumlah KPM (kata permenit)
Jumlah detik untuk membaca

Contoh
500 kata mampu dibaca dalam waktu 5 menit
500/5x60=100 KPM

Langkah-langkah membaca cepat
1.      Mempertajam konsentarsi
2.      Memperkecil regersi (pengulangan) dan jangan tergoda untuk kembali ke belakang
3.      Jangan membiarkan perhatian berlebihan untuk hal-hal kecil
4.      Belajar menyerap ide-ide pokok bacaan dengan cepat sehingga mendapat gambaran menyeluruh.

Membaca intesif adalah kegiatan membaca menelaah/memahami secara mendalam suatu teks

CERPEN

Cerpenadalah karangan pendek yang umumnya mengisahkan masalah sederhana.
Ciri-ciri cerpen
Ø  Panjang cerita berkisar antara 3 s.d. 10 halaman/kurang dari 10.000 kata
Ø  Cerita selesai dibaca dalam sekali duduk
Ø  Cerita hanya memiliki satu insiden
Ø  Konflik yang terjadi tidak menimbulkan perubahan nasib tokohnya
Ø  Cerita hanya memilikisatu alur
Ø  Perwatakan digambarkan secara singkat.
Struktur cepen dibentuk oleh unsur ekstrinsik dan intrinsik
a.      Unsur ekstrnsik
ü  Latarbelakang pengarang, seperti pendidikan, kondisi keluarga, jenis kelamin, dan usia
ü  Waktu dan tempat penulisan karya
ü  Judul karya
b.      Unsur intrinsik
ü  Tema, adalah pokok pikiran yang menjiwai keseluruhan cerita
ü  Alur (plot),  merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat
Ø  Alur dibedakan atas:
·         Alur maju
·         Alur mundur
·         Alur campuran
ü  Latar/setting, merupakan tempat, waktu, dan suasana yang digunakan dalam suatu                         cerita
ü  Penokohan, adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter                           tokoh-tokoh dalam cerita
Ø  Penokohandibedakan atas,
*      Tokoh sentral
·         Tokoh protagonis, merupakan tokoh berkarakter baik
·         Tokoh antagonis, merupakan tokoh berkarakter jahat
*      Tokoh bawahan
·         Tokoh tritagonis, merupakan tokoh yang paling dekat/sering muncul                         dengan tokoh sentral karakter tergantung cerita
·         Tokoh pembantu, merupakan tokoh pendukung/tambahan
·         Tokoh lataran/figuran, merupakan pelengkap jalannya cerita.
ü  Sudut pandang (point of view),  adalah posisi pengarang dalam bercerita
Ø  Sudut pandang dibedakan atas:
·         Sudut pandang orang pertama, yaitu posisi pengarang berada dalam                           cerita, ditandai dengan kata aku/saya.
·         Sudut pandang orang ketiga, yaitu posisi pengarang bearada di luar                            cerita, ditandai dengan nama tokoh/peran.
@salah satu sumber menyebutkan bahwa jenjang SMA hanya dipelajari dua kategori sudut pandang. Dari berbagai referensi buku bahasa Indonesia sudut padang tergolong ke dalam beberapa jenis tergantung pengarang buku tersebut, namun hingga sekarang belum adanya patokan/rujukan standar
ü  Amanat, merupakan pesan berupa nasehat yang hendak disampaikan pengarang                              kepada pembaca melalui karya itu.
Nilai-nilai dalam cerpen
                                  
ü  Nilai-nilai budaya berkaitan dengan pemikiran, kebiasaan, dan hasil karya cipta manusia
ü  Nilai-nilai sosial berkaitan dengan tata laku hubungan antara sesama manusia (kemasyarakatan)
ü  Nilai-nilai moral berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk yang menjadi dasar kehidupan                                     manusia dan masyarakatnya.


DRAMA

Drama adalah karya sastra berbentuk diaolog/tingkah laku (acting) yang dipentaskan.
Drama terdiri dari unsur intrinsic dan ekstrinsik                                          
v  Unsur intrinsik
ü  Alur adalah rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakan jalan cerita melalui rumitan kea rah klimaks dan selesaian.
Dalam drama alur itu terbagi atas susunan babak dan adegan. Seperti juga bentuk sastra lainnya, naskah drama di atas bergerak dari suatu permulaan, melalui suatu bagian tengah, menuju suatu akhir. Dalam drama bagian-bagian ini dikenal sebagai eksposisi, komplikasi, dan resolusi(denouement).
·         Eksposisi sesuatu cerita menentukan aksi dalam waktu dan tempat; memperkenalkan para tokoh, menyatakan situasi siatu cerita, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut
·         Komplikasi atau bagian tengah certa, mengembangkan konflik. Pelaku utama menemukan rintangan-rintangan antara dia dan tujuannya, dia mengalami aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk mennanggulangi rintangan ini
·         Resolusi atau denouement hendaklah muncul secara logis dari apa-apa yang telah mendahuluinya di dalam komplikasi. Titik batas yang memisahkan komplikasi dan resolusi, biasanya disebut klimaks (turning point).
ü  Penokohan
Tokoh-tokoh dalam drama di klasifikasikan sebagai berikut
·         Tokoh gagal/tokoh badut (the foil). Tokoh ini yang mempunyai pendirian yang bertentangan dengan tokoh lain. Kehadirannya untuk mempertegas tokoh lain.
·         Tokoh idaman (the type character). Tokoh ini berperan sebagai pahlawan dengan karakter yang gagah, berkeadilan, atau terpuji.
·         Tokoh statis (the static character). Tokoh ini memiliki peran yang tetap sama, tanpa perubahan, mulai dari awal sampai akhir.
·         Tokoh yang berkembang. Tokoh ini mengalami perkembangan selama cerita ini berlangsung. Misalnya dari yang sangat setia menjadi tidak setia, dan berkhianat
ü  Latar adalah keterangan mengenai ruang dan waktu. Latar juga dapat dinyatakan  yang melalui percakapan paras tokohnya. Dalam pementasannya, latar dapat dinyatakan dalam tat panggung/tata cahaya.
ü  Bahasa dalam drama tidak hanya sebagai media komunikasi antar tokoh namun juga bisa menggambarkan karakter tokoh, latar, ataupun peristiwa yang sedang terjadi.
ü  Perlengkapan yaitu sejumlah fasilitas diperlukan sebagai pelengkap cerita. Beberapa diantaranya panggung, pencahayaan, dan system akustik.


v  Unsur ekstrisik
Segala sesutu yang di luar drama namun berkaitan dengan carita tersebut. Unsur yang dimaksud antara lain, adalah sosial, budaya, politik dll.
Dan menyebutkan nama-nama pemeran, sutradara, scenario dll.

Ø  Langkah-langkah pementasan drama
a.       Menyusun naskah
b.      Melakukan pembedahan secara bersama-sama terhadap isi naskah
c.       Calon pemain membaca keseluruhan cerita sehingga dapat mengenali masing-masing peran
d.      Melakukan pemilihan peran
e.       Mendalami peran yang akan dimainkan
f.       Sutradara mengatur teknik pentas, yakni dengan cara mengarahkan dan mengatur pemain
g.       Pemain menjalani latjhan secara lengkap, mulai dari dialog sampai pengaturan pentas
h.      Gladiresik atau latihan terakhir sebelum pentas
i.        Pelaksanaan pementasan sesuai dengan yang telah direncanakan.

*      Hal-hal lain yang terdapat pada drama
·         Prolog, adalah pembuka menggambarkan awal cerita dan kemunculan tokoh
·         Monolog, adalah percakapan tunggal seorang tokoh dalam drama
·         Dialog, adalah percakapan yang terjadi antar tokoh dalam drama
·         Epilog, adalah menggambarkan akhir dan proses selesainya cerita.



KARYA ILMIAH


Karya ilmiah adalah tulisan atau karangan yang disusun dengan metode ilmiah.
Ciri-ciri karya ilmiah
Ø  Masalah diungkapkan dan dipecahkan secara ilmiah atau dengan metode-metode ilmuan.
Ø  Pendapat-pendapat yang dikemukakan berdasarkan fakta dan tidak berdasarkan imajinasi, perasaan atau pendapat bersifat subjektif.
Ø  Tulisan ditulis secara sistematis dan logis.
Ø  Ragam bahasa yang digunakan bersifat lugas
·         Menggunakan kalimat secara efektif
·         Menghindari kalimat yang bermakna ambigu (bermakna ganda)
·         Menghindari penggunaan kata konotatif.

Jenis-jenis karya ilmiah
Karangan ilmiah tidak selalu identic dengan karangan hasil penelitian. Karangan hasil penelitian merupakan salah satu jenis dari karangan ilmiah. Apabila kita merujuk pada pengertian dan ciri-ciri di atas, akan banyak sekali jenis karangan tulis/karangan yang dapat dimasukkan ke dalam karangan ilmiah. Namun demikian secara umum karya ilmiah terbagi ke dalam jenis-jenis berikut:
Ø  Laporan adalah suatu cara komunikasi dari penulis untuk menyampaikan hal-hal penting kepada seseorang atau suatu badan hukum sehubungan dengan tugas yang dibebankan kepadanya. Menurut isinya, sebuah laporan dapat berupa laporan buku, laporan wawancara, laporan diskusi, laporan perjalanan, laporan pengamatan, laporan peristiwa, dan laporan penelitian.
Ø  Makalah adalah karangan ilmiah yang membahas suatu persoalan dengan pemecahan yang didasarkan  hasil kajian literature atau kajian lapangan. Makalah biasanya disusun untuk pertemuan ilmiah, seperti symposium, seminar/karakarya. Makalah sering pula disebut paper, yakni tugas tertulis pada suatu mata kuliah/pelajaran, yang penyusunannya bisa berupa hasil kajian terhadap buku, permasalahan dalam perkuliahan, ataupun hasil kajian lapangan. Selain itu, dikenal pula istilah kertas kerja, yakni jenis makalah yang disusun oleh seorang pejabat yang dibawakannya dalam suatu pertemuan.
              Dalam surat kabar atau majalah sering pula dijumpai karangan yang berjenis dengan makalah. Makalah yang dimuat dalam media massa disebut artikel, yakni karangan factual yang mambahas suatu persoalan, misalnya seni, budaya, dan pariwisata yang dimuat di surat kabar, majalah, bulletin, dan sebagainya dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan dan fakta guna meyakinkan, mendidik, atau menghibur.
Ø  Skripsi adalah karangan ilmiah yang disusun oleh mahasiswa S-1 untuk menyelesaikan pendidikannya.
Ø  Tesis adalah karangan ilmiah yang ditulis mahasiswa S-2 untuk memperoleh gelar master/megister.
Ø  Disertasi adalah karangan ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa S-3 untuk memperoleh gelar doctor.
Sistematika penulisan
a.       Bentuk populer, karangan ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk surat/esey. Ragam bahasanya bersifat santai (populer). Karangan populer umumnya dijumpai dalam media masa, seperti Koran/majalah. Istilah popular digunakan untuk menyatakan topic yang akrab, menyenangkan bagi populous (rakyat) atau disukai oleh orang kebanyakan karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. 
b.      Bentuk semiformal, secara garis besar karangan ilmiah bentuk ini terdiri atas:
1.      Halaman judul
2.      Kata pengantar
3.      Daftar isi
4.      Pendahuluan
5.      Pembahasan
6.      Kesimpulan
7.      Daftar pustaka
c.       Bentuk formal
1.      Halaman judul
2.      Tim pembimbing
3.      Kata pengantar
4.      Abstrak
5.      Daftar isi
6.      Bab pendahuluan
Ø  Latar belakang masalah
Ø  Rumusan masalah
Ø  Tujuan penelitian
Ø  Manfaat penelitian
Ø  Anggpan dasar/hipotesis penelitian
7.      Bab talaah kepustakaan/landasan teoretis
8.      Bab metode peneletian
9.      Babpembahasandan hasil penelitian
10.  Bab kesimpulan/penutup
11.  Daftar pustaka
12.  Lampiran-lampiran
13.  Daftar riwayat hidup/biodata.




DISKUSI DAN SEMINAR

Diskusi adalah betuk tukar pikiran di antara dua orang atau lebih tentang suatu masalah untuk mencapai             suatu tujuan tertentu.
Masalah dalam diskusi ialah memecahkan masalah. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menentukan masalah untuk diskusi adalah sebagai berikut:
1.      Menarik para peserta
2.      Sesuai dengan kapasitas pengetahuan peserta
3.      Memiliki kejelasan
4.      Sesuai dengan waktu dan situasi.
Para pelaksana diskusi
Diskusi merupakan bentuk pemecahan masalah yang melibatkan banyak orang. Untuk memperlancar proses pemecahan masalah, orang-orang tersebut perlu diatur berdasarkan peran yang saling menunjang dan menentukan. Secara umum peran-peran pelaksana diskusi terdiri atas pimpinan diskusi, sekretaris/notulis, dan peserta diskusi.
ü  Pimpinan diskusi
Pemimpin diskusi memiliki tugas sebagai berikut:
a.       Menyampaikan masalah-masalah  yang akan didiskusikan
b.      Menyampaikan tata tertib diskusi
c.       Membuka dan menutup jalannya diskusi
d.      Mengatur jalannya diskusi
e.       Menjaga agar diskusi berlangsung sesuai dengan peraturan dan jadwal yang telah ditentukan
f.       Menyampaikan kesimpulan-kesimpulan diskusi.
ü  Sekretaris
Tugas umum sekretaris diskusi adalah mendampingi ketua terutama urusan-urusan tulis-menulis. Secara khusus tugas sekretaris:
a.       Mencatat nama peserta serta tanggapan-tanggapan yang disampaikan
b.      Mencatat hal-hal khusus yang terjadi selama diskusi
c.       Membuat catatan dan kesimpulan sementara diskusi
d.      Membuat laporan diskusi secara lengkap setelah diskusi itu berakhir.
ü  Peserta

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan pendapat:
1.      Pendapat yang disampaikan dengan jelas, lancer, dan tidak bertele-tele
2.      Pendapat disampaikan dengan jujur, sopan, dan bijaksana
3.      Pendapat disampaikan setelah dipersilahkan oleh moderator.

Pelaksaan diskusi
Secara umum proses diskusi dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Mula-mula dibicarakan latar belakang masalah yang akan dibicarakan
2.      Setelah itu dibicarakan penyebab yang menimbulkan masalah itu serta tujuan-tujuan yang diharapkan
3.      Lalu dibicarakannya kemungkinan-kemungkinan pemecahannya. Tiap-tiap pemecahan dipertimbangkan baik-buruknya untuk kemudian disimpulkan kemungkinan yang terbaik
4.      Di akhir kegiatan tersebut , moderator dengan dibantu notulen diharapkan untuk menyusun laporan atas jalannya diskusi tersebut.

Seminar
Seminar merupakan pertemuan berkala yang diadakan oleh seseorang dalam rangka penyelesaian suatu tugas. Tujuannya untuk menemukan jalan keluar atas masalah yang timbul selama penyelesaian tugas-tugasnya itu. Masalah-masalah yang ada kemudian dibahas dari berbagai aspek dan sudut pandang. Terjadilah pada kesempatan itu, tukar pikiran di antara penyaji dengan peserta seminar (penguji).


RANGKUMAN


Rankuman sering pula disebut dengan ikhtisar, yakni penyajian singkat dari suatu karangan. Namun rangkuman lebih identic dengan ringkasan untuk karangan yang lebih panjang, misalnya yang berbentuk buku.
v  Manfaat rangkuman
Manfaatnya yakni, sebagai sarana untuk membantu kita dalam mengingat isi sebuah buku atau suatu uraian yang begitu panjang.
v  Langkah-langkah
Langkah-langkah menyusun rangkuman adalah sebagai berikut:
a.       Membaca naskah asli sekitar satu atau dua kali
b.      Mencatat gagasan utama
c.       Mecerikan gagasan utama itu dengan menggunakan kata-kata sendiri.


NOTULEN


Notulen termasuk ke dalam jenis laporan. Hanya saja laporan tersebut khusus ditujukan untuk kegiatan-kegiatan diskusi, yang salah satunya berupa rapat. Notulen berisi rangkuman hasil pembicaraan dalam rapat secara menyeluruh, ringkas, padat, dan sistematis. Laporan rapat disajikan dengan sistematika berikut:
1.      Judul/tema diskusi
2.      Waktu dan tempat pelaksanaan
3.      Peserta diskusi
4.      Pembicara/pemakalah
5.      Moderator
6.      Pokok-pkok acara
7.      Keputusan-keputusan penting
8.      Kesimpulan
9.      Tindak lanjut
10.  Lampiran-lampiran

Contoh
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
SEKOLAH MENENGAH ATAS INSAN BUDI
Jalan Maengket 46 Manado

NOTULEN RAPAT

Hari, tanggal    : Kamis, 9 Agustus 2007
Tempat                        : Ruang OSIS SMA Insan Budi
Waktu              : 12.00-13.00 WIT
Susunan acara  : 1. Pembukaan
                          2. Sambutan Kepala Sekolah
                          3. Pembentukan Panitia Peringatan HUT RI ke-61
                          4. lain-lain
                          5. penutup
Hasil Rapat
1.      Rapat dibuka Ketua OSIS SMA Insan Budi pukul 12.00 WIT.
2.      Dalam sambutannya, Bapak Kepala SMA Insan Budi memberi saran agar panitia peringatan kemerdekaan RI dibentuk dengan anggota meliputi perwakilan setiap kelas dan pengurus OSIS.
Perlu diselelenggarakan beberapa lomba seni, olahraga, dan lingkungan hidup yang memberi motivasi sportivitas, aktivitas, dan kreativitas siswa.
Pembagiaan hadiah bagi pemenang lomba dilaksanakan setelah upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI.
3.      Susunan Panitia
Ketua Panitia               : Oky Pradana Bolang
Wakil Ketua Panitia     : Tamara Ratulangi
Sekretaris                     : Alexandra Dotulong
Bendahara                   : Kristina Laila
Seksi Lomba
a.       Seni Lukis              : Andi Rizal
b.      Seni Tari                : Vina Rahasia
c.       Bola Voli               : Dony Mamesah
d.      Sepak Bola                        : Rudi Mambo
e.       Kebersihan Kelas   : Cynthia Kawilarang
f.       Keindahan Taman : Lia Sehertian
Jadwal kegiatan
a.       Persiapan lomba tanggal 10 Agustus 2007
b.      Rapat panitia tanggal 11 Agustus 2007
c.       Pelaksanaan lomba 12 s.d. 16 Agustus 2007
d.      Pemberian hadiah 17 Agustus 2007
4.      Lain-lain
Vina Rahasia, seksi lomba tari, mengusulkan agar pemenang lomba tari mendapat kesempatan untuk mementaskan tariannya usai upacara HUT Kemerdekaan RI ke-61. Usul ini diterima Ketua OSIS dan seluruh peserta rapat.
5.      Penutup
Rapat ditutup dengan doa oleh Ketua OSIS SMA Insan Budi pukul 13.00 WIT.



Notulis,


Alexandra Dsotulong






SELAMAT MEMBACA SEMOGA BERMANFAAT 





 Penulis

Akfil Zuliandri, S.Pd

0 Response to "materi pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum KTSP kelas XI SMA"

Posting Komentar